Return to site

Tips Mengatasi Kanker Serviks Yang Sudah Parah

Tips Mengatasi Kanker Serviks Yang Sudah Parah __ Kanker merupakan penyakit mematikan yang bisa menyerang siapa saja. Kanker umumnya disebabkan oleh sel kanker yang berkembang dalam jumlah banyak didalam tubuh sehingga mampu menyerang jaringan tubuh manusia. Manusia memiliki sel kanker dalam tubuhnya, dan ketika sel kanker tersebut berubah aktif dan mulai menyerang organ maupun jaringan tubuh seseorang, maka orang tersebut akan mengidap penyakit kanker. Penyakit kanker memiliki banyak jenis tergantung dimana sel kanker tersebut berkembang. Salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita adalah kanker serviks atau kanker mulut rahim. Kanker ini hanya menyerang wanita karena pria tidak memiliki rahim.

Kanker serviks merupakan penyebab tersering kematian wanita oleh kanker di banyak negara berkembang. Jumlah kejadian kanker serviks di seluruh dunia adalah sekitar 500.000 kasus per tahunnya dengan setengah dari jumlah tersebut meninggal dunia. Kenker serviks adalah kanker yang hanya menyerang wanita. Rata-rata usia penderita kanker serviks adalah 52,2 tahun dengan puncak pada usia 35-39 tahun dan 60-64 tahun.

Kanker serviks dapat digolongkan secara histopatologi (pembagian berdasar tingkat sel) menjadi beberapa jenis, yaitu karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, karsinoadenoskuamosa, dan tumor mesenkim. Jenis yang paling umum ditemui adalah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma.Sekitar 85% merupakan jenis karsinoma serviks jenis skuamosa (epidermoid), 10% jenis adenokarsinoma, dan 5 % nya adalah jenis adenoskuamosa, clear cell, small cell, verucous, dan lain-lain.

Penyebab utama kanker serviks adalah virus HPV atau human pavilloma virus. Virus HPV dapat mengaktifkan sel kanker jika tidak diobati. Infeksi virus HPV biasanya tidak bisa dideteksi dari gejalanya sampai seseorang sudah menderita kanker serviks. Seorang wanita harus melakukan tes untuk mengetahui dirinya terserang virus HPV atau tidak. Jika seorang wanita berhasil mengetahui dirinya terserang virus HPV, maka resiko terkena kanker serviks akan mengecil karena mengobati infeksi virus HPV lebih mudah dibandingkan dengan mengobati kanker serviks. Tidak ada tanda-tanda yang jelas jika seorang wanita terserang kanker serviks pada stadium awal. Namun jika dia sudah terserang kanker serviks stadium akhir, ada beberapa gejala yang dirasakan.

Salah satu gejala kanker serviks stadium akhir adalah kurangnya nafsu makan dan juga berat badan tidak tentu. Berat badan penderita kanker serviks lanjut akan mengalami naik-turun yang tidak pasti. Orang tersebut juga akan merasakan sakit pada punggungnya hingga tidak dapat berdiri dengan tegak. Munculnya sakit di otot bagian paha juga bisa menjadi gejala kanker serviks stadium lanjut. Salah satu paha penderita kanker serviks lanjut juga bisa berubah menjadi bengkak. Jika anda sudah menderita kanker serviks stadium lanjut, ada baiknya jika anda segera mengobatinya. Selain mengunjungi dokter, anda bisa juga menggunakan obat kanker serviks alternatif yang dijual di beberapa tempat. Kami menyediakan obat kanker serviks alternatif yang ampuh menyembuhkan kanker serviks dari stadium awal sampai stadium lanjut.

Mencegah Kanker Serviks

Mengatasi Kanker Serviks Yang Sudah Parah __ Saat ini, kanker serviks bisa dicegah. Pencegahan primer dapat dilakukan dengan pemberian vaksin HPV dan pencegahan sekunder adalah dengan menemukan lesi awal dari kanker tersebut. Pemberian vaksin HPV ini efektif dilakukan sebelum seorang wanita melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Pemberian vaksin bahkan bisa mulai diberikan mulai usia anak 9 tahun. Vaksin virus papiloma ini berisi suatu partikel yang isinya dibuat mirip dengan partikel virus. Jadi tidak berbahaya. Vaksin ini harus diberikan selama 3 kali dengan merek vaksin yang sama.

Pencegahan kedua yaitu dengan melakukan pap smear rutin untuk wanita yang sudah memasuki kehidupan seksual. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas, rumah bersalin, rumah sakit, bidan, klnik, praktek dokter, dll. Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali sedang haid atau sesuai petunjuk dokter. Papsmear sebaiknya dilakukan 1 kali setahun.

Untuk para wanita, baik yang belum maupun yang sudah menikah, sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri. Lebih cepat suatu penyakit terdeteksi, lebih cepat pula penyakit tersebut dapat tertangani.

Ciri Terkena Kanker Serviks

Ciri-ciri terkena kanker serviks yang pertama adalah seseorang mengalami pendarahan yang tidak normal. Wanita yang mengalami kanker serviks biasanya mengalami pendarahan yang tidak normal dari mrs. V. Pendarahan tersebut bisa berat atau ringan yang berlangsung selama satu bulan atau lebih. Untuk mengeceknya, coba perhatikan pada saat Anda menstruasi. Jika waktu menstruasi lebih lama dari biasanya dan masih banyak darah yang keluar, maka berhati-hatilah bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu gejala kanker serviks.

Ciri-ciri atau tanda kanker serviks lainya adalah mengalami nyeri panggul. Beberapa wanita biasanya akan mengalami nyeri panggul saat sedang menstruasi. Hal tersebut merupakan keluhan yang normal. Akan tetapi, Anda patut waspada jika nyeri panggul terjadi di waktu lain. Ketahuilah bahwa wanita yang menderita kanker serviks biasanya mengalami nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit yang dirasa itu bisa berupa nyeri yang ringan hingga parah.

Anda menderita penyakit kanker [Kanker Payudara, Kanker Otak, Kanker Rahim, Kanker Mulut, Kanker Tenggorokan, Kanker Paru-Paru, Kanker Saluran Pencernaan, Kanker Kolon, kanker serviks, Kanker Kandung Kemih, Kanker Prostat, Kanker Buah Zakar (Testis), Kanker Darah (Leukemia)]

Jangan Putus asa, Lawan penyakit kanker anda

Silahkan Baca artikel herbal untuk penyakit kanker berikut ini sampai selesai

Sirsak

Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Melalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal.

“Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,” katanya.

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan,” katanya lagi.

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

"Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati," ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.


Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/horison/2015/06/25/332490/bahan-bioaktif-daun-sirsak-terbukti-bisa-membunuh-kanker

Kini Sudah Banyak daun sissak dalam bentuk Ekstrak

Keladi Tikus

Riset

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Dr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Sel bunuh diri

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 μg/ml; ekstrak heksan 15,0 μg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 μg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 μg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 μg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

source: http://www.trubus-online.co.id/riset-buktikan-keladitikus-mujarab/

Kini banyak tersedia Keladi Tikus yang sudah di ekstrak sehingga memudahkan anda dalam mengkonsumsinya

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga anda mengkonsumsi jamu tradisional untuk membantu menjaga stamina, guna membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

Kami sarankan untuk hasil yang lebih maksimal selain Pengobatan Medis anda bisa mengkonsumsi sirsak anda bisa mengkombinasikannya dengan Keladi tikus baik dengan merebus sendiri atau yang sudah di ekstraks dalam bentuk kapsul

Untuk mendapatkan Ziirzax dan Typhogell denature silahkan hubungi kami

0823 1404 4477 [Call/SMS/Whatsapp]

0877 3808 6000 [Call/SMS]

Mengkonsumsi Ziirzak De Nature yang dikombinasikan dengan Ekstrak keladi Tikus ternyata mampu membantu memelihara dan menjaga stamina penderita kanker.

Alhamdulillah produk herbal dari denature indonesia sudah memiliki ijin dari kementrian kesehatan, sudah mendapatkan ijin edar dan sudah memenuhi standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ) dari BPOM.

Nomer registrasi BPOM:

Kapsul Typhogell: TR173399941

Kapsul Ziirzax: TR163395021

Untuk mendapatkan Ziirzax dan Typhogell denature silahkan hubungi kami

0823 1404 4477 [Call/SMS/Whatsapp]

0877 3808 6000 [Call/SMS]

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly